Jumat 17 April kemarin, di gedung
budaya Cak Durasim Surabaya kedatangan lagi tamu dari Kota Banyuwangi yang
mempresentasikan budaya lokal asli Banyuwangi. Jumlah pengunjung yang banyak
sekali membuat suasana semakin panas dan menarik. Acara tersebut dibuka dengan
Tarian Hastungkara. Tarian Hastungkara adalah sebuah tarian tradisional yang
menggunakan dalang dan barong sebagai salah satu peran di dalam tariannya.
Banyak stand-stand yang turut membantu mendukung diadakannya acara tersebut.
Tarian Pembuka Hastungkara
Acara tersebut berlangsung hingga
pukul 21.30 malam. Tidak pernah sepi pengunjung acara tersebut. Keingintahuan
masyarakat mengenai atraksi lokal banyuwangi menjadi daya tarik wisata. Saya yakin
dan percaya setelah acara kemarin semakin banyak wisatawan yang ingin langsung
datang ke Banyuwangi yang asli.
Para Pengisi Acara
Kembali acara budaya lokal
kota-kota di Jawa Timur menarik pengunjung dan wisatwan untuk menyaksikannya
secara langsung walaupun harus berdesak-desakan antara satu dengan yang lain.
Ternyata kisah dan adegan Banyuwangi merupakan salah satu cerita dari kisah
Panji yang telah saya pelajari. Dari kisah tersebut divisualisasikan menjadi
sebuah acara bertemakan Banyuwangi Sunrise of Java. Acara tersebut merupakan
salah satu cara untuk mempromosikan budaya yang dimiliki sehingga bisa
dijadikan potensi wisata.