Hari jumat yang lalu tepatnya 13
Februari 2014, Kabupaten Nganjuk mengadakan sebuah pagelaran seni yang diadakan
di Gedung Cak Durasim Surabaya. Gedung tersebut terletak di jalan Genteng Kali,
tepatnya di sebelah Bima Restaurant. Acara tersebut ternytata tidak kalah ramai
dengan jumlah pengunjung bioskop pada umumnya. Kurang lebih disediakan 300 buah
kursi agar para penonton yang dating dapat menyaksikan acara tersebut dengan
nyaman dan tidak perlu capai-capai berdiri.
Acara tersebut dikemas dalam
rangkaian kegiatan seprti seni tari, pagelaran drama, dan masih banyak lagi
acara lainnya. Pada waktu itu yang membuat saya tertarik adalah pagelaran drama
Legenda Rara Kuning. Dimana ceritanya mengisahkan putri Nganjuk terkena
penyakit dan disembuhkan. Tidak ada satu penonton pun yang bersuara selama
pagelaran tersebut berjalan. Tepuk tangan meriah dari penonton mengiringi drama
tersebut.
Acara tersebut dimulai dari tanggal
13 Februari - 14 Februari. Di dalam acara tersebut terdapat beberapa stan yang
berisi lukisan-lukisan khas nganjuk, topeng, batik nganjuk, bahkan ada stan
yang berisi objek pariwisata yang terdapat di nganjuk. Ternyata Nganjuk juga
tidak kalah menari objek wisatanya ibandingkan dengan beberapa objekpariwisata
di Jawa Timur.
Saya dan para pengisi acara
Menurut saya merupakan cara yang
menarik danunik bagi Kabupaten Nganjuk untuk membudidayakan budaya, dan
adatnya. Surabaya patut meniru hal tersebut demi melestarikan dan
membudidayakan budaya kota Surabaya sendiri
Para pengisi acara dan tamu yang datang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar