Pertemuan
kelas panji kali ini mendatangkan seorang pembicara yang merupakan seorang
pendeta sekaligus seorang dalang bernama Ki Lukas Eko Sukoco. 2 hari
berturut-turut bertatap muka dengan Pak Lukas Eko mempelajari mengenai seni
pertunjukkan wayang dalam budaya Panji. Dirinya menjelaskan bahwa ternyata
budaya Jawa patut dilestarikan. Ia mulai tertarik dengan dunia wayang
disebabkan karena yang dulu ayahnya dan kakeknya merupakan seorang dalang.
Akhirnya Pak Lukas Eko mulai menggeluti dunia perpanjian karena rasa ingin
tahunya yang tinggi dalam hal perpanjian.
Saya bersama Pak Lukas Eko Sukoco
Di dalam seni pertunjukkan wayang,
ternyata cerita Panji terdapat dalam seluruh cerita wayang. Hanya saja cara
penyampaiannya yang berbeda. Tiap wayang memiliki ciri khasnya masing-masing.
Ada 5 macam wayang yang dijelaskan oleh Pak Lukas Eko yaitu:
1.
Wayang Purwa
2.
Wayang Beber
3.
Wayang Gedhog
4.
Wayang Krucil
5.
Wayang Klithik
Pak Lukas Eko Sukoco membawakan materi pembelajaran
Setiap wayang yang disebutkan
diatas memiliki ciri-cirinya masing-masing. Yang paling menarik adalah wayang
purwa yang ternyata merupakan wayang yang dapat dimodifikasi cara menyajikan /
cara menampilkannya. Sedangkan wayang yang lainnya tidak dapat dimodifikasi
karena adanya kepercayaan bahwa wayang tersebut hanya keturunan dari pemilik
lah yang dapat menyajikannya dalam bentuk pertunjukkan.
Bahkan dalam beberapa cerita lokal
Jawa seperti Andhe-andhe Lumut, diambil dari cerita budaya Panji sendiri. Masih
banyak lagi cerita lainnya yang mengambil dari cerita budaya Panji. Dan yang
lebih menarik lagi ternyata seni pertunjukkan tersebut dapat digabungkan dengan
era modern sekarang tanpa perlu menghilangkan budaya aslinya sendiri. Dari hal
tersebut kita tahu bahwa ternyata budaya sekalipun dapat ikut berkembang
seiring berkembangnya jaman tanpa menghilangkan budaya aslinya. Hanya saja
masalahnya sekarang tergntung dari sumber daya manusiz yang ingin
melestarikannya.

.jpg)